"Ketika pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah mengering..."

Dimuliakan melalui makan dan minum



Sudah kah kita berfikir sejenak, betapa kita sebagai makhluk yaitu manusia... sangat dimuliakan oleh Allah SWT, melalui aktifitas makan dan minum?

Mengenai apa yang disajikan di hadapan kita... di meja makan pada hari ini.



Sungguh...  kalau kita mau berfikir dan merenung sejenak... betapa Allah SWT sangat memuliakan kita, akan kebutuhan dasar dan utama kita ini.

Sebagai contoh misalnya... saat ini di meja makan terdapat sepiring nasi dan sepotong ikan goreng ... apakah makanan tadi hadir secara sendirinya tanpa adanya proses yang panjang?

Apakah kita sebagai manusia mampu menciptakan nasi dan ikan goreng? Apakah dengan uang yang menggunung kita mampu membeli "proses" ini?

Tidak.

Sungguh... betapa sangat dimuliakan nya kita sebagai manusia, ketika Allah SWT meng-karuniakan akal yang luas, menghamparkan tanah hijau yang subur, iklim yang seimbang, sang petani yang bekerja keras menanam, dan sampai lah padi menjadi beras, dan kemudian menjadi sepiring nasi dihadapan kita.

Ikan goreng yang sejatinya berasal dari sungai dan laut, yang hidup karena adanya harmonisasi rantai makanan dari proses iterasi yang konsisten, antara hujan, binatang melata seperti siput yang menyaring mineral dari atas gunung, hingga ke samudera luas.

Maha besar Allah... hidangan yang kita konsumsi setiap hari tidak serta merta hadir, tanpa adanya proses dan sistem konsisten sedemikian rupa, hingga membuat kita kenyang, dan buruknya membuat lupa akan adanya rahman dan rahim dari pencipta semesta, Allah SWT.

Semoga kita selalu termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur, dan dilimpahkan cahaya ilmu untuk selalu berfikir dan memahami. Tentang pertanyaan besar... Where do we come from?. Why we here?, and What is our future?. 

Aamiin Ya Rabbal Aalamiin...
Share:

Insan Agung

Popular Posts

Powered by Blogger.